Sudah 19 tahun, anak pertama ini selalu tidak tau diri sedari kecil, lahir di keluarga yang sederhana tapi cukup, hidup di lingkungan yang membuat nya merasa pintar tapi tidak diiringi dengan kepercayaan diri yang cukup di masa awal perjalanan hidupnya. Si kecil sebenarnya berjalan normal seperti anak laki-laki sebayanya, main di sawah, memanjat pohon, lari larian tanpa alas kaki, hujan-hujanan, dan jajan es serut di tukang cendol, bedanya ia harus menempuh serentetan proses birokrasi panjang yang menurutnya sekarang menghambat keaktifan nya, melapor ibu kemudian kena marah dulu itupun harus melapor lagi ke ayah dan ia harus siap dengan kemarahan yang meski intensitas nya lebih rendah tapi beban ketakutan nya yang lebih besar, dan itupun seringkali tidak dapat izin pada akhirnya. Beberapa kali ia mencoba ber inisiatif, hujan turun ia langsung menaruh sandal dan lari larian bersama teman nya, tapi se usai hujan reda, ia harus pulang dengan ketakutan yang amat besar dan pada akhirnya mer...